IKATAN MAHASISWA KIMIA IPB

Satu fasa! Satu senyawa! Satu ikatan!

Category: Pengurus Imasika 2011-2012 (page 1 of 2)

upgPada tanggal 12 Februari 2017 telah berlangsung kegiatan upgrading bagi pengurus Imasika kainet Eksitasi. Kegiatan upgrading tahun ini dieri nama HIBRIDISASI yang berlangsung di Kebun Raya Bogor. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keakraban di antara pengurus Imasika. Acara ini erlangsung dengan kegiatan senam bersama, outbond, hinga pemberian materi oleh Mogi Bian Darmawan, wakil ketua BEM KM Periode 2015-2016. Melalui acara ini diharapkan tuuan yang diinginkan seluruhh pengurus Imasika dapat tercapai.

KATALIS 2013 (Peningkatan Kompetisi dan Solidaritas Pengurus IMASIKA)

KATALIS 2013 merupakan kegiatan up grading pengurus imasika periode 2012-2013 yang dilaksanakan pada tanggal 23-24 Februari 2013. Hari pertama dilaksanakan di RK. 2.041 Fapet IPB dan hari kedua di Gor lama IPB dan sekitarnya. Tema kegiatan ini adalah “Bangun Sinergis Bersama KATALIS untuk Perubahan”.
Rangkaian acara dari kegitan KATALIS 2013 ini adalah
⦁    Seminar
 Kegiatan ini bertujuan agar pengurus Imasika memiliki pemahaman tentang kepemimpinan dan keorganisasian serta memberi motivasi tentang menggali potensi diri di organisasi. Kegiatan dipandu oleh MC Siti Rizqiyani dan Norma Nurazizah.
Materi yang disampaikan dibagi kedalam dua sesi yakni pelatihan kepemimpinan dan training motivasi. Materi kepemimpinan disampaikan oleh Fahri Amirullah dan training motivasi disampaikan oleh Muhamad Arifin.
 
    
    ⦁    Pelantikan Pengurus Imasika
 Pelantikan pengurus Imasika dilaksanakan setelah rangkaian acara seminar dengan mekanisme pembacaan surat keputusan pengurus Imasika dan surat ketetapan pengurus Imasika oleh ketua Imasika Ihsan Anggara. Kemudian dilakukan pembacaan janji oleh seluruh pengurus Imasika periode 2012-2013 dan diakhiri dengan penyematan bet Imasika oleh ketua Imasika kepada seluruh Kament.
⦁    Hiburan
 Acara hiburan dilaksanakan setelah penyampaian materi kepemimpinan, diisi oleh akustik Kimia 48 yaitu Ajeng Widyaswari dan Jadid Fitrado. Mereka menyanyikan dua buah lagu.

⦁    Outbond
Rangkaian kegiatan KATALIS 2013 di hari kedua yaitu kegiatan outbond. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kerja sama, kekompakkan dan semangat dari seluruh pengurus Imasika. Acara outbond ini dilaksanakan pada tanggal 24 Februari 2013, diawali dengan kegiatan senam bersama dan dilanjutkan dengan outbond di sekitar Gor lama dan hutan belakang Mesjid Al-Hurriyah. Kegiatan outbond ini dipandu oleh UKM PRAMUKA IPB.

 ⦁       Sharing Alumni
Rangkaian kegiatan up grading hari kedua ditutup dengan sharing pengurus Imasika periode 2012-2013 dengan ketua Imasika periode 2011-2012 yaitu Reza Aditya Nugraha beserta pengurus lainnya. Kegiatan ini merupakan media untuk saling berbagi pengalaman berorganisasi, manajemen waktu dan cara-cara mengatasi masalah dalam berorganisasi.
 

Visi dan Misi

Visi:

 

Profesional dan berprestasi  serta berdedikasi dalam wadah organisasi 

 

Misi :

 

  1.  Peningkatan kualitas SDM dan perbaikan sistem kaderisasi
  2.  Pengembangan minat bakat seni dan olah raga
  3.  Pengembangan kelompok belajar terstruktural
  4.  Berkarakter unggul dan berprestasi di bidang akademik maupun non akademik
  5.  Aktif dalam kegiatan internal maupun nasional
  6.  Membangun rasa kekeluargaan  antar seluruh civitas kimia
  7. Optimalisasi pengabdian pada masyarakat, antar civitas, dan lingkungan sekitar

Krisis Air Bersih di Indonesia yang Kaya Air

 

Krisis air bersih melanda Indonesia padahal Indonesia merupakan negara yang kaya akan. Indonesia memiliki enam persen persediaan air dunia atau sekitar 21% dari persediaan air Asia Pasifik, namun pada kenyataannya dari tahun ke tahun Indonesia mengalami krisis air bersih.

Indikasi krisis air bersih dapat dilihat dari kondisi air yang digambarkan berdasarkan kualitas (mutu) air dan dan ketersediaan (volume) air yang terdapat di Indonesia.

Ketersediaan dan Kualitas Air di Indonesia. Ketersediaan air berhubungan dengan berapa banyak air yang dapat dimanfaatkan dibandingkan dengan kebutuhannya.Cekungan air di Indonesia diperkirakan mempunyai total volume sebesar 308 juta meter kubik. Dari data tersebut Indonesia tidak terbantahkan sebagai negara yang kaya akan ketersediaan air. Sayangnya potensi ketersediaan air bersih dari tahun ke tahun cenderung berkurang akibat rusaknya daerah tangkapan air dan pencemaran lingkungan yang diperkirakan sebesar 15–35% per kapita per tahun. Padahal di lain pihak kecenderungan konsumsi air bersih justru naik secara eksponensial. Kualitas air berkaitan dengan kelayakan pemanfaat air untuk untuk berbagai kebutuhan. Kualitas air juga berhubungan dengan volume dan daya pulih air (self purification) untuk menerima beban pencemaran dalam jumlah tertentu. Dan kelayakan air, terutama untuk minum, di Indonesia telah mencapai ambang yang sangat memprihatinkan.

Mengatasi krisis air bersih. Berdasarkan kondisi air (kualitas maupun ketersediaan) di Indonesia, potensi sebagai negara yang kaya air tidak mampu menghindarkan Indonesia dari krisis air bersih. Setiap kali musim kemarau tiba berbagai daerah mengalami kekeringan air. Bahkan ketika musim penghujan pun krisis air bersih tetap mengintai lantaran surplus air yang kerap mengakibatkan banjir sehingga sumber air tidak dapat termanfaatkan.

Krisis air bersih membuat sebagian besar penduduk Indonesia musti mengkonsumsi air yang seharusnya tidak layak minumUnited States Agency for International Development (USAID) dalam laporannya (2007), menyebutkan, penelitian di berbagai kota di Indonesia menunjukkan hampir 100 persen sumber air minum kita tercemar oleh bakteri  E Coli dan Coliform.

Untuk mengatasi krisis air bersih paya penyelamatan lingkungan, termasuk di antaranya  penyelamatan sumber-sumber air, harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Upaya penyelamatan lingkungan demi mengatasi krisis air bersih dapat dilakukan melalui:

  • Menggalakkan gerakan hemat air.
  • Menggalakkan gerakan menanam pohon seperti one man one tree (selama daur hidupnya pohon mampu menghasilkan 250 galon air).
  • Konservasi lahan, pelestarian hutan dan daerah aliran sungai (DAS).
  • Pembangunan tempat penampungan air hujan seperti situ, embung, dan waduk sehingga airnya bisa dimanfaatkan saat musim kemarau.
  • Mencegah seminimal mungkin air hujan terbuang ke laut dengan membuat sumur resapan air atau lubang resapan biopori.
  • Mengurangi pencemaran air baik oleh limbah rumah tangga, industri, pertanian maupun pertambangan.
  • Pengembangan teknologi desalinasi untuk mengolah air asin (laut) menjadi air tawar.

Dan kesemua itu hasus dilakukan secara terintegrasi, berkelanjutan dan sesegera mungkin kecuali kalau kita memang menikmati dan bangga dengan krisis air bersih di negara yang kaya air.

Older posts